Lockdown


Sejak memasuki usia Sekolah Menengah Pertama, entah mengapa bunda seperti mengisolasi diri di rumah. Tidak bermain lagi bersama teman-teman masa kecil di lingkungan rumah. Bunda hanya keluar rumah untuk pergi ke sekolah lalu langsung pulang ke rumah. Tidak hanya bunda bahkan adik-adik bunda pun seperti itu.

Saat kuliah, bunda dihimbau untuk tidak menjadi mahasiswa tipe kupu-kupu, yaitu kuliah pulang - kuliah pulang. Seharusnya aktif di himpunan atau organisasi seperti mahasiswa lainnya, atau minimal aktif main lah di mall.

Tapi tidak dengan bunda, walau kadang yah bermain bersama teman di kosan mereka atau ke mall itu pun bisa dihitung jari. Tetap saja bunda menjadi tipe kupu-kupu.

Padahal rumah bunda tidaklah sebesar yang dipikirkan orang-orang, bahkan ada teman bunda yang pernah bilang, 'oh cuma segini aja rumah si andes tuh'. Tetapi entah kenapa bunda sangat betah berada di rumah.

Sampai akhirnya terjadilah himbauan untuk lockdown di rumah masing-masing mulai tanggal 16 Maret 2020. Alhamdulilah sudah berlangsung selama enam hari berdiam di rumah, bunda dan Adam sih betah.

Memang kebetulan sekali Adam sedang tidak begitu suka keluar rumah. Jadi alhamdulilah tidak ada rengekan kebosanan. Adam hanya kangen dengan rutinitas seminggu sekali mengunjungi rumah neneknya, dia kangen bermain dengan aki, kangen bersibling dengan sepupunya, kangen dengan uwa, onty dan cumang nya. Alhamdulilah masih bisa berkomunikasi dengan mereka melalui video call whatsapp.

Kami memang betah berdiam di rumah, tapi kami harap virus Corona cepat hilang dan ijinkan kami untuk berkumpul bersama dengan keluarga yang tidak serumah. Bunda juga kangen sama nenek, aki, tica, obi, piki, ambu, aba, rakai. Sehat-sehat ya semuanya. Sampai ketemu di waktu yang tepat.

Comments

  1. Sebenarnya banyak berkah yang bisa kita ambil dari berlakunya sistem lockdown ini. Ya semoga saja si covid segera musnah dari muka bumi! aamiin..

    ReplyDelete

Post a Comment